Kamis, 16 Februari 2017

Kwik Kian Gie School of Business

I
nstitut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie pada awalnya adalah singkatan nama yayasan, yaitu Institut Bisnis Indonesia, yang mengelola lembaga pendidikan di bidang bisnis. Lembaga yang didirikan pada tahun 1987 ini menyelenggarakan program pendidikan setara S1 dengan gelar BBA (Bachelor of Business Administration). Para pendiri yayasan yang juga penyelenggara pendidikan ini, Kwik Kian Gie dan praktisi-praktisi bisnis yang berprestasi dalam bidangnya, yaitu, yaitu Kaharudin Ongko dan Djoenaedi Joesoef, tidak hanya mencerminkan tapi juga menyakinkan masyarakat bahwa seluk beluk bisnis adalah fokus utama pendidikan di Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie.
Pada tahun 1993 status Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE). STIE IBII menyelenggarakan pendidikan jenjang S1 (program sarjana) yaitu Program Studi Manajemen dan Program Studi Akuntansi. Pada Program Studi Manajemen terdapat konsentrasi: Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran dan Manajemen Kewirausahaan. Pada Program Studi Akuntansi terdapat konsentrasi: Akuntansi Manajeman, Pemeriksaan Akuntansi (Auditing), dan Akuntansi Perpajakan. Mulai tahun ini pula STIE IBII menyelengarakan pendidikan jenjang S2 (program magister) dengan membuka Program Studi Magister Manajemen konsentrasi Manajemen Keuangan dan Manajemen Pemasaran.
Mulai tahun 2004 STIE IBII melengkapi pelayanannya dengan membuka pendidikan S3 (program doktor) ilmu manajemen dengan konsentrasi: Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Strategik dan Akuntansi Manajemen.
Mulai tahun 2005 STIE IBII membuka Program Studi Magister Akuntansi dengan konsentrasi: Jasa Keuangan Internal, dan Jasa Keuangan Eksternal.
Sejalan dengan tuntutan perkembangan jaman, pada bulan Maret 2005 STIE IBII berubah menjadi Institut Bisnis dan Informatika Indonesia (IBII) dan menambah empat program studi baru jenjang S1 yaitu: Sistem Informasi, Teknik Informatika, Ilmu Komunikasi, dan Ilmu Administrasi.
Pada bulan Oktober 2012 IBII berubah nama menjadi Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie atau biasa disebut Kwik Kian Gie School of Business.
Keseriusan dalam mengelola pendidikan yang bermutu telah membuahkan hasil. Hal ini dapat dilihat pada program pendidikan S2, Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie berhasil meraih status akreditasi Unggul untuk program Studi Magister Manajemen. Selain itu, keseriusan dalam menerapkan sistem manajemen mutu telah dibuktikan dengan berhasilnya Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie meraih sertifikat sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 yang berstandar internasional.

Kwik Kian Gie (KKG) lahir pada tahun 1935 di Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Setelah menamatkan pendidikan SMA, KKG melanjutkan studinya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia selama setahun untuk tingkat persiapan. Kemudian, pada tahun 1956, beliau melanjutkan studi ke Nederlandsche Economiche Hogeschool Rotterdam yang kini bernama Erasmus Universiteit Rotterdam, hingga lulus pada tahun 1963. Banyak ekonom Indonesia dan pernah menduduk posisi tinggi dalam politik nasional merupakan jebolan perguruan tinggi ini. Termasuk di antaranya Wakil Presiden RI yang pertama Mohammad Hatta, dan beberapa mantan menteri seperti Sumitro Djojohadikusumo, Radius Prawiro dan Arifin Siregar.
Pada tahun 1963-1964 KKG bekerja sebagai Asisten Atase Kebudayaan dan Penerangan pada Kedutaan Besar RI di Den Haag. Setahun kemudian beliau menjadi Direktur Nederlands-Indonesische Goederen Associatie (1964-1965), yang bubar sebelum operasional. Lima tahun selanjutnya menjadi Direktur NV Handelsonderneming “IPILO Amsterdam”.
Pada tahun 1970 KKG kembali ke tanah air. Selama setahun ia sempat menganggur. Pada tahun 1971 beliau terjun ke dunia bisnis. Bersama-sama dengan Ferry Sonneville dan Dr. Indra Hattari beserta kawan-kawan lainnya, beliau mendirikan PT Indonesian Financing & Investment Company. Perusahaan ini adalah lembaga keuangan bukan bank yang pertama berdiri di Indonesia. Ketika itu, perusahaan tersebut didirikan tanpa izin karena pemerintah belum mempunyai peraturan tentang organisasi usaha semacam ini.
Setelah itu beliau terlibat dalam pendirian dan pengurusan berbagai perusahaan, selalu bersama-sama dengan rekan-rekannya, antara lain PT Altron Panorama Electronic, PT Jasa Dharma Utama, PT Cengkih Zanzibar, dan PT ABN Amro Finance.
Sejak duduk di bangku SMA, beliau sudah mengetahui apa yang dikehendaki dalam hidup. Dalam wawancara dengan salah satu media massa, KKG mengatakan bahwa sejak di bangku SMA beliau merasa bahwa kehadirannya di dunia hanya berarti kalau karyanya bermanfaat bagi orang banyak. Perwujudan yang konkret ialah kalau beliau berhasil ikut serta dalam penyelenggaraan negara maupun dalam pendidikan. Pada tahun 1954 beliau mendirikan SMA Erlangga di Surabaya, dan beliau menjadi murid kelas 3 SMA tersebut yang lulus pada tahun 1955. Pada tahun 1968 KKG menjadi anggota pengurus Yayasan Trisakti sampai sekarang. Pada tahun 1982 bersama-sama dengan Prof. Panglaykim mendirikan sekolah MBA yang pertama di Indonesia, yaitu Institut Manajemen Prasetiya Mulya. Kemudian, pada tahun 1987, KKG bersama Djoenaedi Joesoef dan Kaharuddin Ongko mendirikan Institut Bisnis Indonesia (IBI) yang kini telah bernama Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie (Kwik Kian Gie School of Business).
Sekembalinya di tanah air, beliau menggeluti dunia bisnis, sambil menulis di berbagai media massa tentang ekonomi dan politik. Pada tahun 1987 beliau bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia. Dalam tahun yang sama beliau mewakili PDI sebagai anggota Badan Pekerja MPR. Ketika Megawati Soekarnoputri menjadi Ketua Umum PDI yang berubah nama menjadi PDI Perjuangan, KKG menduduki jabatan Ketua DPP merangkap Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan.
Sebagai kader PDI Perjuangan, KKG pernah menjadi Wakil Ketua MPR RI, Menko EKUIN, Anggota Komisi IX DPR RI dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Untuk semua karyanya, KKG memperoleh penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana RI.
Sejak tahun 1980 KKG sangat aktif menulis di berbagai media massa, memberikan paparan dalam berbagai seminar dan talk shows di televisi.

Kwik Kian Gie School of Business telah memiliki visi tetap yang akan mengantar kita menuju 10 hingga 20 tahun kedepan. Tujuan kami adalah untuk menjadi sekolah bisnis dan informatika terdepan di Indonesia; terbukti dengan kami yang tidak hanya menyediakan program studi bisnis, namun juga informatika dan komunikasi. Kami juga mengulangi visi ini dengan menyatakan bahwa periode 2015 hingga 2020 adalah fase dimana kami menegakkan diri, tidak hanya sebagai sebuah sekolah yang terdepan di Indonesia, namun juga sebagai sebuah institusi yang dikenal secara regional dalam hal tiga pilar kedisiplinan. Pemikiran ini relevan dengan kondisi Indonesia yang turut ambil bagian dalam integrasi regional melalui implementasi dari Masyarakat Ekonomi ASEAN.
Seturut dengan ambisi kami untuk meningkatkan daya saing sebagai pusat dari pembelajaran berkualitas tinggi, kami berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang unggul, tidak hanya dalam bidang pengetahuan teoritis, namun juga memiliki kemampuan teknis dan manajerial yang tinggi, diiringi dengan sikap yang santun. Berdasarkan hal tersebut, Kwik Kian Gie School of Business secara aktif terfokus untuk mencari siswa SMA yang unggul. Untuk memastikan kesuksesan ini, institusi kami telah melangkah lebih lanjut dengan menyediakan program-program pendukung, termasuk penawaran beasiswa untuk kandidat yang berkualitas. Sebagai tambahan, kami juga melebarkan kinerja marketing kami untuk tidak hanya mencari calon siswa di Jakarta, namun juga di daerah lain di luar Jawa.
Sejalan dalam mengimplementasikan standar tinggi dalam seleksi siswa, Kwik Kian Gie School of Business juga menaruh kepentingan yang sama dalam kualitas para anggota fakultas, infrastruktur, kurikulum dan atmosfer akademik yang bersama-sama dapat membangun pengalaman belajar yang baik di institusi kami. Untuk para dosen, kami menyediakan dukungan bagi yang berniat untuk meraih kompetensi yang lebih tinggi, pendidikan pasca sarjana atau ikut ambil bagian dalam seminar dan konferensi. Dalam hal infrastruktur, kami telah mengembangkan lingkungan modern dengan ruang kelas dan fasilitas yang elegan. Terlebih lagi, kami adalah satu dari sedikit universitas di Indonesia yang sudah menerapkan standar pemerintah berbasis KKNI; yaitu sebuah kerangka pembelajaran yang mengintegrasikan edukasi, kompetensi, kualifikasi dan pengalaman profesional. Lulusan kami akan lebih sangat disiapkan dalam memasuki dunia kerja. Prioritas lain dari institusi kami termasuk memperoleh pengakuan lebih jauh dari insdustri bisnis dan mendorong para anggota fakultas kami untuk mempublikasikan penelitian mereka dalam jurnal nasional maupun internasional.

Bagikan

Jangan lewatkan

Kwik Kian Gie School of Business
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.