Sering kali orang tidak percaya kebenaran yang dihadapkan kepadanya karena berlawanan dengan kebenaran yang ia INGINKAN.
Bias.
Seperti halnya banyak orang yang belakangan ini saya temui di jejaring sosial. Kalau ada 2 orang yang berbeda masing-masing menawarkan 2 kebenaran yang berbeda, maka yang dia percayai sering kali bukan kebenaran sesungguhnya tapi kebenaran yang dia inginkan, atau kebenaran yang diucapkan orang yang dia sukai.
Terus terang saya bingung dengan anggapan Mas Anies Baswedan dicopot dari jabatan karena tidak bisa bekerja sebagai Menteri. Minim prestasi. Ini orang orang kalau ditanya “Minim prestasi dibandingkan dengan siapa?”, gak pernah bisa jawab. Karena ada beberapa menteri yang juga mereka tidak pernah dengar prestasinya, masih menjabat hingga hari ini. Kalau ditanya “Memangnya apa prestasi Mendikbud yang sebelumnya?” juga nggak bisa jawab.
Sementara, yang Mas Anies lakukan dan capai adalah hal hal yang dengan mudah bisa ditemui apabila mau google sedikit saja. Riset sendiri saja. Jangan telan bulat bulat apa yang orang katakan. Termasuk saya. Anda dengarkan atau baca apa yang saya sampaikan, dan silakan cari tahu sendiri.
Berikut adalah 40 pencapaian Mas Anies ketika menjabat hanya selama 20 bulan sebagai Mendikbud.
1. Revisi Kurikulum 2013
Adanya target penerapan Kurikulum 2013 (K13) secara keseluruhan yang akan selesai pada tahun 2020. Kalau lupa, ini kurikulum yang sempat ramai dibahas di jejaring sosial karena rujukan untuk gurunya aneh. Diprotes oleh banyak praktisi termasuk guru sendiri. Sempat disebut dipaksakan padahal belum siap. Karenanya penerapannya hanya untuk beberapa sekolah sebagai uji coba. Sisanya kembali ke kurikulum sebelumnya.
2. Ujian Nasional (UN)
Setelah 11 tahun menjadi syarat kelulusan dan melahirkan banyak masalah di dunia pendidikan, UN tidak digunakan lagi menjadi syarat kelulusan siswa pada 2015. Kemenangan bagi banyak aktivis pendidikan.
3. Ujian Nasional berbasis komputer
UNBK untuk pertama kalinya diselenggarakan pada tahun 2015. Dalam waktu satu tahun, jumlahnya naik 800% jadi 60.067 satuan pendidikan.
4. Indeks Integritas Ujian Nasional
Banyak kecurangan yang selama ini terjadi di pendidikan Indonesia. Tahun 2015, untuk pertama kalinya apresiasi diberikan kepada sekolah-sekolah yang mempertahankan kejujuran dalam Ujian Nasional (UN).
5. Kartu Indonesia Pintar (KIP)
Bantuan pendidikan berbentuk tunai kepada 17 juta siswa. Pada tahun 2015, penyaluran mencapai 19 juta siswa. Pada semester I 2016, KIP sudah tersalur 96,3%. Saya tahu banyak yang menuding Anies Baswedan gagal soal ini. Sebaiknya, riset dulu sebelum menelan tudingan itu mentah mentah. Silakan baca di sini
6. Penumbuhan Budi Pekerti
Diantaranya, mengembalikan upacara bendera wajib setiap Senin, menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap pagi, dan membaca buku non-pelajaran selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Tujuan akhir untuk melahirkan kecintaan terhadap tanah air yang diyakini dimulai dari rumah dan sekolah
7. Menjadikan Sekolah lebih aman
Sejak dulu, kita tahu bahwa sekolah bisa jadi tempat yang berbahaya justru untuk murid. Dengan adanya palak, bully dan pelecehan seksual. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 82/2015: membentuk gugus anti-kekerasan di sekolah dan mewajibkan pemasangan papan informasi berisi nomor-nomor penting. Publik bisa langsung melaporkan bila ada kasus kekerasan di sekolah melalui http://sekolahaman.kemdikbud.go.id.
8. Belajar bersama Maestro
Siswa-siswa peminat seni & budaya punyakesempatan tinggal selama 2 minggu bersama para maestro seni dan budaya, untuk mempelajari proses berkarya para maestro tersebut.
9. Belajar bersama mentor
Ketua OSIS terpilih, selama seminggu penuh, punya kesempatan untuk tinggal dan berinteraksi langsungdengan orang-orang sukses dari berbagai latar belakang profesi
10. Mengatasi peredaran buku liar di sekolah
Untuk mendorong penulis bertanggung jawab terhadap isi buku teks dan mendorong pengguna buku (siswa, guru, orang tua) untuk berinteraksi dengan penulis, Anies Baswedan mewajibkan sekolah menggunakan buku teks yang memuat biografi lengkap penulisnya.
11. Keluarga Sebangsa
Pada olimpiade siswa yang diadakan Kemendikbud, ribuan siswa dan guru pendamping tidak menginap di hotel, tapi di rumah-rumah warga di daerah pelaksanaan olimpiade tersebut. Gerakan ini didesain untuk membangun persaudaraan antar anak bangsa.
12. Guru Garis Depan (GGD)
Pemerataan guru merupakan salah satu masalah utama pendidikan. Hanya sedikit guru yang mau mengajar di daerah terdepan, terluar, dan terpencil. Program GGD mengirimkan guru guru terbaik untuk mengajar secara permanen di daerah tersebut. Pada 2015 ada 795 guru dikirim ke daerah ke sana dan pada 2016 ada 7.500 guru dikirim.
13. Program Sekolah Garis Depan
Membangun sekolah-sekolah di daerah terdepan, terluar dan terpencil dengan sarana dan prasarana yang baik, dengan mengadopsi budaya kearifan lokal dan model pendidikan di abad 21.
14. Baju Adat sebagai baju kerja
Pada masa Anies Baswedan menjabat sebagai Mendikbud, ada kebijakan mengenakan baju adat sebagai pakaian kerja. Menurut Anies ini untuk menumbuhkan kebiasaan positif dan cinta tanah air kepada pegawai Kemendikbud. Kalau ke Kemdikbud pada hari tersebut, rasanya ramai seperti festival. hehe.
15. Penghapusan Masa Orientasi Siswa (MOS) dan Perploncoan.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah panjang pendidikan Indonesia, pada Tahun Ajaran 2016 tidak ada lagi korban dalam MOS dan siswa-siswa baru pun tidak lagi mengenakan atribut yang membuat mereka malu.
16. Larangan merokok di lingkungan sekolah
Bahkan tidak membolehkan kegiatan sekolah disponsori perusahaan rokok dan lembaga yang berkaitan dengan rokok.
17. Gerakan Orang Tua di Hari Pertama Sekolah
Mengajak orang tua untuk terlibat aktif dalam pendidikan anak dengan mengantar anak di hari pertama mereka sekolah. Di sekolah, orang tua berkenalan dengan guru, kepala sekolah, dan tenaga pendidikan untuk kepentingan pendidikan anak mereka. Jutaan orang tua di berbagai daerah terlibat dalam kegiatan ini. Dan bahkan didukung oleh sejumlah kementrian yang akhirnya mengirimkan surat edaran mengijinkan jajarannya untuk mengantar anak ke sekolah.
18. Kawah kepemimpinan pelajar
Membangun para ketua OSIS SMP dan SMA dari seluruh Indonesia untuk menjadi pemimpin muda penggerak perubahan positif yang punya integritas dan memiliki semangat anti korupsi.
19. Pengayaan kosa kata Bahasa Indonesia
Daripada menambah kosa kata alay macam “Ea” dan “Qu Puchienq”, Anies mengajak publik untuk lebih aktif dalam pengayaan kosa kata bahasa Indonesialewat app “Pengayaan Kosakata Bahasa Indonesia” yang bisa diunduh di Android dan Ios Store.
20. Ejaan Bahasa Indonesia 2016
Menggantikan Ejaan Yang Disempurnakan pada tahun 1972 dan membuat bahasa Indonesia menjadi lebih mudah beradaptasi dan berkembang.
21. Kamus Besar Bahasa Indonesia IV dalam jaringan
Mengembalikan hak publikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia IV Dalam Jaringan setelah sebelumnya dipegang penerbit swasta.
22. Uji kompetensi guru
Untuk pertama kalinya, 3 juta guru mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG). Langkah ini menjadi langkah awal untuk pemetaan kualitas guru dan menjadi bahan bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.
23. Keuangan Bersih
Dalam rangka mencanangkan praktek bebas korupsi di Kemdikbud, dijalankan program pembangunan zona integritas. Capaian kemdikbud, adalah pemangkasan anggaran pada 2016, Kemendikbud berhasil menghemat anggaran sebesar Rp 6,5 Triliun. Secara berturut-turut pula Kemendikbud selama tiga tahun (2013, 2014, dan 2015) mendapatkan status Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Dan mendapatkan apresiasi ICW agar WTP dalam laporan keuangan pendidikan bisa juga dicapai oleh pemerintah daerah dalam laporan pendidikannya
24. Lelang Terbuka Jabatan
Memastikan proses berjalan secara baik dengan pengangkatan eselon I melalui lelang terbuka jabatanuntuk para pegawai internal Kemendikbud. Sebelumnya, rata-rata eselon I Kemendikbud diambil dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Selain itu, untuk pertama kalinya Direktur Jenderal Kebudayaan adalah seorang budayawan dan bukan yang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN).
25. Anggaran
Pada 2015 penyerapan anggaran Kemendikbud berada di 3 besar dari 10 K/L dengan anggaran terbesar, yaitu 93,4%.
26. Unit layanan terpadu
Menyatukan 50 unit layanan yang terpencar di beberapa unit Kemendikbud sehingga menjadi lebih terintegrasi. Selain itu juga berhasil memecahkan 5.000 jenis laporan menjadi nol laporan dalam waktu satu bulan.
27. Neraca Pendidikan Daerah (NPD)
Ini salah satu yang terpenting tapi orang jarang tahu. Karena sebenarnya ini mengembalikan akuntabilitas praktek pendidikan oleh Pemda. 15 tahun setelah otonomi daerah, Kemendikbud membuka data kinerja pengelolaan pendidikan semua daerah di Indonesia, mulai dari tingkat kabupaten/kota sampai provinsi. Melalui NPD pula masyarakat bisa mengetahui dengan detail segala hal tentang pendidikan, misalnya angka ujian nasional, jumlah sekolah rusak, kualitas guru, sampai anggaran pendidikan daerah. Publik bisa mengakses semua data NPD melalui http://npd.data.kemdikbud.go.id
28. Membuka Data Pendidikan
Halaman yang berisi informasi lengkap tentang kondisi pendidikan dan kebudayaan di setiap daerah yang bisa diakses lewat http://jendela.data.kemdikbud.go.id.
29. Sekolah Kita
Bagus dan lagi lagi jarang diketahui. Cocok untuk orang tua bingung sepert saya. Berisi data-data lengkap sekolah se-Indonesia yang bermanfaat untuk membantu orang tua dalam memilih sekolah terbaik bagi anak mereka. Bisa diakses melalui http://sekolah.data.kemdikbud.go.id
30. Membuka Kanal Pengaduan
Masyarakat kini bisa mengadukan secara langsungmasalah-masalah pendidikan melalui jalur yang aman dan responsif:
https://sahabat.dikbud.kemdikbud.go.id: untuk melaporkan kondisi jalan atau jembatan rusak menuju sekolah.
https://sekolahaman.kemdikbud.go.id: untuk melindungi siswa, guru, dan tenaga kependidikan dari kekerasan yang terjadi di sekolah.
31. Pelibatan Publik
Mengajak masyarakat untuk lebih terlibat dalam keputusan keputusan penting Kemendikbud, mulai dari desain gagasan, penyusunan regulasi, sampai pelaksanaan. Mereka ini tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Transformasi Pendidikan (KMSTP), yang terdiri dari gabungan berbagai lembaga, misalnya: Indonesian Corruption Watch (ICW).
32. Guru Pembelajar
Memberikan pelatihan interaktif bagi seluruh guruyang merupakan tindak lanjut dari program Uji Kompetensi Guru (UKG).
33. Residensi Penulis
Menyediakan dana hibah bagi para penulis Indonesiaagar mereka bisa berkarya dan menghasilkan karya dan buku dengan lebih baik tanpa disertai kekhawatiran masalah finansial.
34. Penerjemahan buku Indonesia ke bahasa bahasa Internasional
Menerjemahkan karya karya penulis Indonesia ke bahasa internasional sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia ke dunia luar.
35. Registrasi Benda Cagar Budaya
Pencapaian 2015 yang melebihi target: 10.000 lebih benda cagar budaya teregistrasi, sebelumnya ditargetkan hanya 3.000.
36. Direktorat Pendidikan Keluarga
Pembentukan Direktorat Pendidikan Keluarga merupakan bentuk konkret perhatian terhadap pendidikan keluarga. Program utama direktorat ini adalah mengajak dan mendorong orang tua untuk lebih terlibat dalam pendidikan anak. Ini sering diprotes karena katanya pemerintah ikut campur urusan orang tua. Padahal, banyak sekali orang tua yang tidak terlibat dalam tumbuh kembang anaknya. Dampak sosialnya kepada kita semua juga.
37. Visioning
Pelatihan untuk semua pegawai Kemendikbud yang berisi informasi kegiatan atau program prioritas kementerian, supaya mereka mengetahui semua detail kegiatan utama kementerian.
38. Simposium Pendidikan Nasional
Mempertemukan guru guru inovator dan kreatif agar saling belajar dan bertukar pengalaman. Sebanyak hampir 1.000 guru terlibat aktif dalam simposium ini.
39. Sekolah aman asap
Membuat sistem yang murah dan mudah diterapkan di sekolah sekolah yang terkena bencana asap , atau sekolah yang rentan terkena polusi asap. Hal ini juga termasuk dalam memberikan kelonggaran jadwal UNkepada daerah yang terkena bencana asap.
40. Lintasan beresiko bagi pelajar
Meski infrastruktur bukan urusan dan kewenangan Kemendikbud, Anies mengajak publik untuk lebih peduli dengan melaporkan kepada kementerian bila di lintasan utama menemukan jalan/ jembatan berisiko dan bisa menghambat siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, banyak daerah yang lebih aman untuk dilintasi anak-anak dan tenaga pendidik. Salah satunya dengan membuka kanal pengaduan di poin 30 tadi.
Jadi, dengan semua pencapaian di atas, terus terang saya bingung kira kira apa alasan Jokowi copot Anies Baswedan dari Mendikbud.
]
ssssource Pandji,com
Bagikan
Apakah alasan Jokowi pecat Anies Basweidan
4/
5
Oleh
Unknown


1 komentar:
Tulis komentarfollow the steps given here to download, install and activate microsoft office 365 on your pc. Activate Microsoft Office using www.office.com/setup.
Replyoffice.com/setup
office setup
www.office.com/setup
office.com/setup
office setup